Konsepsi IBD dalam kesusastraan (part.2)


C. Nilai – Nilai dalam Prosa Fiksi

    Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tak mau karya sastra langsung tak langsung membawa pesan moral. Dengan kata lain prosa memiliki nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, antara lain:

  1. Prosa Fiksi memberikan kesenangan
    Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapat pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa itu. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjungi selama hidupnya.
  2. Prosa Fiksi memberikan Informasi
    Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak ada dalam kamus. Dalam novel serig kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau lapran jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
  3. Prosa Fiksi memberikan warisan kultural
    Prosa fiksi dapat menstimulasi imajinasi dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti – hentinya dari warisan budaya bangsa. Oleh sebab itu kita sebagai mahasiswa tidak lagi mengalami secara fisik itulah, jiwa kepahlawanan perlu disentuhkan lewat hasil – hasil sastra.

  4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
    Lewat prosaa fiksi seseorang dapatmenilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon – respon emosional atau rangsangan aksi yangg mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
D. IBD yang dihubungkan dengan puisi

    Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran IBD tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema yang terdapat pada IBD. Puisi termasuk seni sastra, kalau diberi batasan maka puisi adlah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya. Kepuitisan, keartistikan bahasa puisi disebabkan oleh aktifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:

  1. Figura bahasa seperti gaya perssonifikasi, metafora, perbandingan alegori dsb.
  2. Kata – kata yang ambiquitas yaitu kata – kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
  3. Kata – kata berjiwa yaitu kata –kata yang diberi suasana tertentu.
  4. Kata – kata yang konotatif yaitu kata – kata yang sudah diberi tambahan nilai – nilai rasa dan asosiasi – asosiasi tertentu.
  5. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal – hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Adapun alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkluliahan IBD adalah:

  1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
    Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "Pengalaman perwakilan" yaitu manusia senantiasa memiliki salah satu kebutuhan dasarnya utnuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.
  2. Puisi dan keinsyafan
    Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diiajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia jelaskan pengalaman setiap orang.
  3. Puisi dan keinsyafan sosial
    Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dlam issue dan problem sosial. Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:
  • Penderitaan atas ketidak adilan.
  • Perjuangan untuk kekuasaan.
  • Konflik dengan sesamanya.
  • Pemberontakan terhadap hukum Tuhan. 
Sumber : MKDU: IBD , widyo nugroho, achmad muchji juni 1996, gunadarma

Konsepsi IBD dalam kesusastraan (part.1)


A. Pendekatan kesusastraan

IBD yang semula dinamakan basic humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities. Istilah ini berarti manusiawi, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan lebih manusiawi, berbudaya dan halus. Dan juga berkaitan dengan nilai kita sebagai homo humanus. Untuk jadi manusia kita harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, di samping tanggung jawabnya yang lain. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang – cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dan sebagainya. Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan pentung dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai – nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai – nilai kemanusiaan seperti yang terdapat pada filsafat atau agama. Karena seni adalah ekspresi, lebih mudah berkomunikasi. Nilai yang disampaikan fleksibel baik isi maupun penyampaiannya.

Hampir setiap jaman, sastra mempunyai peranan yang penting. Alasan pertama, karena sastra menggunakan bahasa. Sementara bahasa memiliki kemampuan untuk menampung pernyataan setiap manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri kemudian melahirkan filsafat. Dengan demikian manusia dan bahasa pada hakikatnya adalah satu. Kenyataan ini mempermudah sastra untuk komunikasi. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakikatnya filsafat itu bersifat abstraksi dan sastra itu adalah penjabaran abstraksi.

    IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester dan bagian dari MKDU. IBD merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan terhadap nilai – nilai budaya. Sastra disini digunakan untuk membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Dengan demikian juga filsafat, musik, seni rupa dan sebagainya.

B. IBD yang dihubungkan dengan Prosa

    Istilah prosa banyak padanannya.kadang disebut narrative fiction, prose fiction. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal. Dlam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan baru.

  1. Prosa lama meluputi:
  • Dongeng – dongeng
  • Hikayat
  • Sejarah
  • Epos
  • Cerita pelipur lara
  1. Prosa baru meliputi:
  • Cerita Pendek
  • Novel
  • Biografi
  • Kisah
  • Otobiografi

Sumber : MKDU: IBD , widyo nugroho, achmad muchji juni 1996, gunadarma
 

 

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yag sangat erat terkait satu sama lain. Manusia di dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel – partikel atom yang membentuk jaringan – jaringan system yang dimiliki oleh manusia. Dalam ilmu social, manusiia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan atau disebut juga homo economicus (ilmu ekonomi) dan lain sebagainya.

Manusia pun memiliki Hakekat sebagai:
- Makhluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan yang utuh.
- Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
- Makhluk biokultural, yaitu manusia hayati yang budayawi.
- Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

Apabila kita bicara kebudayaan maka kita langsung berhadapan dengan pengertian istilahnya. Pengertian kebudayaan menyangkut bermacam – macam definisi yang telah dipikirkan oleh sarjan – sarjana bidang social tetapi secara umum budaya merupakan cakupan segala aspek kehidupan manusia, baik yang sifatnta material, seperti peralatan kerja dan teknologi, maupun yang non – material, seperti nilai kehidupan dan seni-seni tertentu. Setelah itu, kebudayaan juga mempunyai 7 unsur secara universal yaitu:
1. Sistem Religi (system kepercayaan)
2. Sistem Organisasi kemasyarakatan
3. Sistem Pengetahuan
4. Sistem Mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi
5. Sistem teknologi dan peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian

STUDI KASUS: 

Diskusi Buku "Potret Budaya Manusia Betawi"

Posted by admin on 2011-02-11 09:43:00

Betawi memang tidak pernah lepas dari Ibu Kota Jakarta, asal-usul budaya Betawi memberi banyak cerita dan inspirasi bagi banyak orang. Tidak terkecuali seorang kelahiran Betawi asli yaitu Ridwan Saidi yang menuangkan ide tentang budaya betawi ke dalam buku berjudul "Potret Budaya Manusia Betawi". Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) pada hari kamis (10/2) membuat celah terbukanya dunia informasi tentang budaya betawi dengan menyelenggarakan diskusi buku tersebut di Auditorium Gedung 1 FIB Kampus Depok.
Acara yang berlangsung dari jam 13.00-15.00 WIB ini dihadiri para pembicara Dr. Mohammad Iskandar, Dr. R. Cecep Eka Permana, Maman S. Mahayana dan moderator Dr. Zeffry J. Alkatiri. Tampil sebagai pembuka acara Dr. Lily Tjahjandari s Manajer Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FIB UI. Lily mengungkapkan, FIB UI sekarang sedang mengadakan dua proyek hibah besar yang terkait dengan budaya Betawi. Diantaranya hibah dari DIKTI tentang pemetaan kesenian Betawi dan pembuatan pusat kajian budaya Betawi. Hadir pula dalam diskusi, Abdur Rahim selaku perwakilan dari dinas pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta serta Ridwan Saidi sendiri pembuat buku.
"Manusia Betawi adalah manusia air", begitu kalimat yang diungkapkan oleh Cecep Eka Permana yang juga staf pengajar di Departemen Arkeologi FIB UI. Menurutnya, manusia Betawi hidup disepanjang hilir sampai hulu sungai-sungai di sepanjang wilayah Jakarta sehingga mereka banyak melakukan interkasi dengan pendatang melalui media air. Berbeda dengan Cecep, Pembicara kedua, Maman yang pernah membuat buku muatan lokal tentang masyarakat Betawi, membuka diskusi dengan beberapa poin penting. Diantaranya tentang kontribusi buku Ridwan Saidi yaitu tertampungnya ensiklopedi Betawi dan gambaran umum tentang dunia Betawi. Namun, satu hal yang terpenting adalah, “Ridwan Saidi berbicara Indonesia tetapi pintu masuknya melalui Betawi,” ungkapnya. Sedangkan dari pembicara ketiga, Mohammad Iskandar, menjelaskan tentang belum sempatnya Ridwan Saidi mengkaji secara utuh tentang budaya Betawi di sekitar Jakarta, karena Betawi tersebar di beberapa wilayah diantaranya Bekasi, Depok dan Bogor. (Nanda)
sumber: http://www.ui.ac.id/id/news/archive/4829


OPINI: jadi antara manusia dan budaya itu saling berhubungan satu sama lain. Manusia dan kebudayaan memiliki peran masing – masing dan semua itu saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Sumber Referensi : widyo nugroho & achmad muchji, MKDU: Ilmu Budaya Dasar,  Seri Diktat Kuliah, Gunadarma

Tinjauan tentang Ilmu Budaya Dasar (IBD)


Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai – nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Disinilah diharapkan kegunaan mata kuiah ini, agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Diharapkan agar mata kuliah ini dapat menjadi semacam “lingua franca” bagi para akademi dan berbagai lapangan ilmiah. Dengan mendapat mata kuliah ilmu budaya dasar mahasiswa dapat memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar mahasiswa demikian turut mendukung dan mengembangkan budaya sendiri dengan kreatif. Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa dapaat memperlihatkan:


1.      Minat dan kebiasaan menyelidiki apa yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya sendiri dan mengapa.
2.     Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
3.     Memikirkan dengan hati terbuka nilai-nilai yag dianutnya.
4.     Keberanian moral untuk mempertahankan nilai yang dirasanya sudah dapat diterima dengan penuh tanggung jawab.

Secara sederhana pengertian Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah - masalah manusia dan kebudayaan. Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya dasar tidak lain adalah usaha yang diberikan dapat memberikan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah - masalah manusia dan kebudayaan, dengan demikian maka mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan mereka terhadap nilai – nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.


Dalam IBD, terdapat pokok bahasan yang akan dikembangkan yaitu:


-         Manusia dan cinta kasih
-         Manusia dan keindahan
-         Manusia dan penderitaan
-         Manusia dan keadilan
-         Manusia dan pandangan hidup
-         Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
-         Manusia dan kegelisahan
-         Manusia dan harapan

Jadi, Ilmu budaya dasar itu bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat, dan ilmu lain yang terdapat pada pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah – masalah kemanusiaan dan budaya.

OPINI: jadi dalam mata kuliah Ilmu budaya ini kita akan diajarkan kebudayaan apa yang ada di Indonesia, dan dengan adanya mata kuliah ini diharapkan kita sebagai mahasiswa paham akan nilai kebudayaan dan juga dapat mengkaji masalah – masalah manusia dan juga kebudayaan

Sumber referensi: widyo nugroho & achmad muchji, MKDU: Ilmu Budaya Dasar,  Seri Diktat Kuliah, Gunadarma

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

My Pet..

Get snow effect

Chat Box

About this blog

Tempat kuliahku

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Zept Vengeance. Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

About Me

Foto saya
w orang yg simple n ga neko2..

Followers

Text


Recent Comments